PELAJARAN DARI COXIB DAN KISAH SERANGAN

Akhir-akhir ini terdapat banyak berita tentang coxib, yaitu sekelompok obat penghilang nyeri anti-radang yang didapati terkait dengan serangan jantung yang meningkat jika digunakan terlalu lama. Vioxx atau rofecoxib dan Bextra atau valdecoxib ditarik dari pasaran atas dasar ini. Bextra, di samping itu, bermasalah dengan suatu reaksi obat yang parah yang disebut Sindrom Steven Johnson.

Masih ada dua coxib tertinggal di pasar, yaitu Celebrex atau celecoxib dan Arcoxia atau etoricoxib. Lalu masih ada NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drug/obat anti-radang non-steroid) tradisional seperti Voltaren (diclofenac), Synflex (naproxen), Mobic (meloxicam), Brufen atau Neurofen (ibuprofen).

Sekarang telah ada beberapa penelitian yang mengemukakan bahwa bahkan NSAID tradisional ini mempunyai sedikit risiko serangan jantung meskipun jenis penelitian yang memperlihatkan ini tidak seideal seperti uji-coba yang dibuat untuk Vioxx.

Pelajaran untuk dipetik adalah:

  1. NSAID dan coxib dapat menyebabkan serangan jantung jika digunakan selama lebih dari 18 bulan. Obat-obat ini harus dihindari pada pasien yang mempunyai faktor risiko untuk serangan jantung seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

  2. NSAID tradisional dapat menyebabkan tukak lambung yang dapat menjadi serius. Pada pasien yang sebelumnya menderita tukak lambung atau duodenal (usus dua belas jari), NSAID perlu diimbangi dengan obat pelindung saluran pencernaan seperti Losec atau Nexium. Coxib juga dapat bermanfaat karena risiko untuk tukak lebih kurang, asalkan pasien tak mempunyai risiko untuk serangan jantung.

Pelajaran yang paling penting adalah bahwa NSAID dan coxib hanyalah obat  penghilang nyeri.  Reumatologis akan membuat diagnosis yang akurat atas penyakit yang mendasarinya yang menyebabkan rasa nyeri, dan menggunakan pengobatan yang mengobati penyakit yang mendasarinya dan bukan hanya gejala-gejalanya.

OBATI PENYAKITNYA DAN BUKAN HANYA GEJALANYA

LUPUS DAN LIPID

SLE  biasanya sangat serius, dan pada tahun 1960 separuh dari para pasien meninggal dalam waktu 5 tahun. Sekarang prognosis jauh lebih baik. Peluang hidup selama 10 tahun adalah 90%. Banyak pasien dapat mempunyai rentang hidup yang normal. Karena hal ini, berbagai persoalan baru telah timbul.

Suatu studi di Singapura oleh Leong dkk. menunjukkan bahwa dalam sekelompok pasien SLE dengan usia rata-rata 32, 35% dari mereka mempunyai kadar kolesterol darah yang sangat abnormal. Kolesterol jahat adalah lebih dari 200 mg/dl. Ini mengkuatirkan karena berbagai penelitian di seluruh dunia juga memperlihatkan bahwa pasien SLE mempunyai peluang mendapat stroke dan serangan jantung lebih dini daripada populasi pada umumnya.  

Penelitian lebih lanjut memperlihatkan bahwa masalah kolesterol terkait dengan adanya penyakit ginjal pada lupus, keparahan menyeluruh lupus dan penggunaan steroid dalam pengobatan lupus. Oleh karena itu, kontrol yang baik atas aktivitas lupus adalah penting, dan menggunakan dosis steroid yang serendah mungkin adalah penting. Ini dapat berarti menambah obat kedua seperti Cellcept atau azathioprine atau Plaquenil tergantung pada kondisi si pasien. Pasien tak boleh menyesuaikan pengobatan sendiri karena lupus tak boleh dibiarkan mengganas.

Spesialis lupus perlu mengetahui bahwa kadar kolesterol darah perlu diperiksa secara teratur pada pasien lupus. Jika pasien mempunyai kadar lipid abnormal, pengobatan harus dimulai untuk menurunkan kadar tersebut sehingga risiko stroke dan serangan tinggi dapat dikurangi.

PENGOBATAN PELURU AJAIB PADA PENYAKIT REMATIK

Banyak jenis arthritis disebabkan oleh sistem imunitas yang menjadi terlalu aktif. Sistem imunitas biasanya menyerang kuman dan melindungi tubuh, tetapi pada penyakit oto-imunitas ada kegagalan untuk mengenali diri-sendiri dari bukan diri-sendiri. Jaringan tubuh sendiri, seperti sendi, ginjal, sel darah diserang seakan-akan ini merupakan zat-zat asing. Contoh dari penyakit oto-imunitas yang menyebabkan arthritis adalah rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis dan psotriatic arthritis.

Bila sistem imunitas ini menyerang sendi, maka sendi menjadi bengkak, merah, panas dan nyeri. Juga terasa kaku di pagi hari sewaktu bangun tidur, yang berlangsung lebih dari satu jam. Biasanya pada sore hari akan mereda. Jika dibiarkan tanpa diobati, sendi-sendi menjadi rusak, cacat bentuk dan tak berguna.

Pengobatan mencakup mengobati gejala, tetapi masalah yang mendasarinya juga harus diobati untuk mencegah kekambuhan dan kerusakan sendi.

Untuk mengobati gejala penyakit, obat penghilang nyeri dari jenis yang berbeda-beda dapat digunakan. Ini termasuk obat penghilang nyeri sederhana seperti paracetamol (mis. Panadol, Tylenol); paracetamol yang dicampur dengan relaksan otot (mis., Norgesic, Anarex); tramadol, NSAD (non-steroidal anti-inflammatory drugs). NSAID bukan saja mengurangi rasa nyeri, tetapi juga peradangan, dan berguna dalam jangka waktu pendek. Namun, obat tersebut tidak mengobati masalah yang mendasarinya, serta dapat mempunyai efek samping jika digunakan untuk terlalu lama. Efek samping yang umum adalah tukak perut dan usus duabelas jari, penahanan air, bertambah buruknya tekanan darah, dan fungsi ginjal dapat dipengaruhi pada manula. Corticosteroid (mis., prednisolone, methylprednisolone atau Medrol, dexamethasone) adalah obat yang efektif dan ampuh yang dengan cepat mengurangi rasa nyeri serta peradangan. Obat-obat ini harus digunakan dengan sedikit sekali atau sama sekali tidak kecuali jika diperintahkan oleh seorang dokter yang berpengalaman. Banyak efek samping dapat timbul jika digunakan dalam dosis terlalu tinggi selama terlalu lama. Ini termasuk infeksi, tekanan darah tinggi, osteoporosis, katarak, bertambah berat badan, kolesterol darah tinggi, dan diabetes.

Oleh karena itu, lebih penting untuk mengobati masalah yang mendasarinya dengan obat-obatan yang disebut DMARD’s (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs / Obat-obat Anti-Rematik yang Memperbaiki Penyakit). Obat-obat ini menenangkan sistim imunitas sehingga akan berhenti menyerang sendi-sendi dan jaringan-jaringan lain. Efek sampingnya dapat terjadi pada sekitar 1 dari 500 pasien, tetapi penggunaannya aman apabila pemantauan tes darah dilakukan setiap 1 sampai 3 bulan. Contoh DMARD’s adalah methotrexate (MTX), sulphasalazine (Salazopyrin), hydroxychloroquine (Plaquenil), lefluonamide (Arava) dan obat-obat baru yang disebut Anti-TNF (Anti-Tumou Necrosis Factor).

Obat anti-TNF adalah bahan biologis yang menargetkan hanya satu bagian tertentu dari sistem imunitas sehingga lebih sedikit efek samping yang timbul. Karena efek peluru ajaib ini, bahan ini sangat efektif dan sangat aman. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada pasien di mana pengobatan yang sedang dijalani seperti MTX gagal, anti-TNF akan berhasil untuk mengontrol penyakit ini. Contohnya adalah Remicade (infliximab), Enbrel (etanercent) dan Humira (adalimumah). Remicade dan Enbrel diluluskan untuk digunakan oleh FDA di AS dan otoritas kesehatan lainnya untuk pengobatan rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, psoariatic arthritis dan penyakit kulit psoriasis. Remicade juga diluluskan untuk penyakit Crohn dan Enbrel untuk juvenile idiophatic arthritis pada anak-anak. Humira diluluskan untuk rheumatoid arthritis dan psoriatic arthritis orang dewasa hanya sampai dengan sekarang, tetapi di masa depan kondisi lain mungkin dicakup bila riset sudah selesai. Bahan biologis lain ada dalam fase riset seperti tocilizumab yang menjadikan sasarannya. Interleukin 6 dan abatacept yang merupakan molekul ko-stimulator.     

Oleh karena itu penyakit oto-imunitas yang menyerang sendi seperti RA, AS dan psoriasis dapat merusak sendi jika tak diobati dengan baik. Pasien cenderung muda, antara 25-50 tahun dan dampak atas kehidupannya bisa sangat besar. Untung kita sekarang mempunyai banyak obat-obatan yang baik dan terbukti, yang bukan saja mengurangi nyeri dan gejalanya, tetapi lebih penting lagi untuk mengobati penyakit yang mendasarinya, sehingga sendi tak akan rusak. 


Link-link yang Berguna

Lupus Association (Singapore) www.e-lupus.org
National Arthritis Foundation (Singapore) www.arthritis.org.sg
Osteoporosis Society Singapore www.osteoporosissoc.org.sg
International Osteoporosis Foundation www.osteofound.org
 
 
Monday to Saturday: 9 am to 12.30pm :: Monday to Friday: 2.30pm to 4.30pm :: Close on Sunday & PH
   
Leong Keng Hong Arthritis And Medical Clinic
6 Napier Road #04-18 Gleneagles Medical Centre Singapore 258499
Telp: (65) 6472 4337 Faxs: (65) 6472 0691 Email: